Soal Latihan2
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]
1. Tujuan [ kembali ]
- Merangkai dan menguji pembagian tegangan
- Merangkai dan menguji operasi delta wye lalu wye ke delta
- Memahami prinsip kerja rangkaian listrik
- Merangkai dan menguji operasi delta wye lalu wye ke delta
- Memahami prinsip kerja rangkaian listrik
2. Alat dan Bahan [ kembali ]
- Sumber tegangan DC Adalah tegangan dengan aliran arus searah. Tegangan DC memiliki notasi/tanda positif pada satu ttiknya dan negatif pada titik yang lain. Sumber-sumber tagangan DC diantaranya adalah elemen volta, battery, aki, solar cell dan adaptor/power supply DC. Pemasangan tegangan DC pada rangkaian harus benar sesuai kutubnya karena jika terbalik bisa berakibat kerusakan pada kedua bagian.
- Resistor Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika. Sebagaimana fungsi resistoryang sesuai namanya bersifat resistif dan termasuk salah satu komponen elektronika dalam kategori komponen pasif. Satuan atau nilai resistansi suatu resistor di sebut Ohm dan dilambangkan dengan simbol Omega (Ω).
Perhitungan untuk Resistor dengan 4 Gelang warna :
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-1 (pertama)
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut
Masukkan angka langsung dari kode warna Gelang ke-2
Masukkan Jumlah nol dari kode warna Gelang ke-3 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10n)
Merupakan Toleransi dari nilai Resistor tersebut
Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai Resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.
- Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian multimeter secara umum, sedangkan pada perkembangannya multimetermasih bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya.
- Ground adalah sistem pentanahan yang terpasang pada suatu instalasi listrik yang bekerja untuk meniadakan beda potensial dengan mengalirkan arus sisa dari kebocoran tegangan atau arus dari sambaran petir ke bumi.
3. Gambar dan Prinsip [ kembali ]
Problem 2.80
Jika 10-Ω
loudspeaker
menarik daya maksimum 12 W dari amplifier, tentukan
daya maksimum
yang akan dihasilkan oleh pengeras suara 4 Ω.
jawab :
Penguat dapat dimodelkan sebagai sumber tegangan dan
pengeras suara sebagai resistor:
-jika beban 10 ohm daya maksimum 12 W
maka P = V^2/R , P = 10.95^2/10 = 12W
-jika beban 4 ohm daya maksimum ?
P = V^2/R , P = 10.95^/4= 30W
Prinsip kerja nya V1 tegangan masuk ke R1 dan tegangan menuju ke ground.Lalu kita ingin mencari daya pada beban dengan cara meletekan penghitung power atau daya ke kaki R1 maka P = V^2/R , P = 10.95^2/10 = 12W dan untuk daya pada R2 , V1 tegangan masuk ke R2 lalu ke ground Lalu kita ingin mencari daya pada beban dengan cara meletekan penghitung power atau daya ke kaki R2 P = V^2/R , P = 10.95^/4= 30W.
Problem 2.81
Dalam aplikasi tertentu, rangkaian pada Gambar 2.140 harus
dirancang untuk memenuhi keduanya
kriteria:
(a) Vo / Vs = 0,05
(b) Req = 40 kΩ
Jika resistor beban 5 kΩ diperbaiki, cari R1 dan R2 untuk
memenuhi kriteria.
Jawab :
Biarkan R1 dan R2 berada di kΩ.
Problem 2.82
Diagram pin dari array resistensi ditunjukkan pada Gambar.
2.141. Temukan yang setara
resistensi antara berikut ini:
(a) 1 dan 2 (b) 1
dan 3 (c) 1 dan 4
A)
B)
Prinsip kerjanya ada 4 Resistor yaitu R5 R6 R7 R8 jadi utk mengukur semua beban atau tahanan kita pakai multimeter lalu kaki multimeter (+) terhubung ke R8 80 ohm lalu R5 R7 R6 dikasih ground yang terjadi padaR5 R7 R6 yaitu seri paralel rangkaian yaitu 10 ||(10+40) = 50/6. lalu kaki (-) multimeter dihubungkan ke ground . maka running lalu ada hasilnya .80 + 50/6 =88.33 ohm
Prinsip kerjanya mensderhanakan R2+R9 paralel dengan (R1+R4) + R3 jadi R total = 80+10||(10+40)+20=100+10||50= 108.33 . dengan cara memasang multimeter(+) ke kaki R2 lalu kaki(-)ke ground
C)
Prinsip kerjanya mensederhanakan R1 + ||R10+R13+R12||R11 = 80+||(10+40+10)+20=80+20= 100 ohm . dengan memakai multimeter (+) ke R14 lalu(-) ke ground .
Problem 2.83
Dua perangkat halus dinilai seperti yang ditunjukkan pada
Gambar. 2.142. Temukan nilai dari resistor R1
dan R2 diperlukan untuk memberi daya pada perangkat
menggunakan baterai 24-V.
jawab :
Tegangan di sekering harus diabaikan bila dibandingkan
dengan 24
V (ini bisa diperiksa nanti ketika kami memeriksa untuk
melihat apakah peringkat sekeringnya
terlampaui di sirkuit final). Kita dapat menghitung arus
melalui
perangkat.
Biarkan R3 mewakili hambatan dari perangkat pertama, kita
dapat memecahkan nilainya dari
mengetahui tegangan melintasinya dan arus melaluinya.
Ini adalah masalah yang menarik karena pada dasarnya
memiliki dua yang tidak diketahui, R1 dan R2 tetapi hanya
satu syarat yang harus dipenuhi dan tegangan pada R3 harus
sama dengan 9 volt. Sejak
sirkuit ini didukung oleh baterai kita bisa memilih nilai R2
yang paling menarik
saat ini, R2 = ∞. Dengan demikian kita dapat menghitung
nilai R1 yang memberikan 9 volt di R3.
Nilai R1 ini berarti bahwa kami hanya memiliki total 25 mA
yang mengalir keluar dari baterai
melalui sekering yang berarti tidak akan terbuka dan
menghasilkan jatuh tegangan di atasnya
0.05V. Ini memang bisa diabaikan jika dibandingkan dengan
sumber 24 volt.
4. Vidio Rangkaian [ kembali ]
Problem 2.8
Problem 2.82



Tidak ada komentar:
Posting Komentar